Merancang dan Menerapkan Keterampilan Dasar IPS



MERANCANG DAN MENERAPKAN KETERAMPILAN DASAR IPS
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar Ips dengan dosen pengampu Anni Malihatul Hawa M.Pd
 
Disusun Oleh :
1.      Asrianti Muryani       (130117A004)






PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
TAHUN 2017
         




KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tentang Merancang dan menerapkan keterampilan dasar ips.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


Semarang,24 Januari 2018









DAFTAR ISI

KATA PENGANT.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.    Latar Belakang...................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................. 2
C.     Tujuan Penulisan................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................... 3
A.     
BAB III PENUTUP................................................................................... 10
A.    Kesimpulan........................................................................................... 10
B.     Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 11




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran IPS terpadu dengan pendekatan masalah merupakan suatu strategi pembelajaran yang menarik karena peserta didik tidak hanya dapat mendapatkan materi yang sedang dipelajari tetapi juga mendapatkan suatu pemecahan masalah social terhadap gejala social yang terjadi dalam lingkungannya.tetapi sangat disayangkan Pembelajaran IPS terpadu dengan mengunakan pendekatan masalah pada saat ini Jarang sekali dipakai pada proses pembelajaran .Hal ini disebabkan oleh banyak hal dan hal yang menjadi factor utama mengapa Pendekatan pemecahan masalah ini jarang dipergunakan dalam proses pembelajaran adalah kurangnya pengetahuan pengajar tentang cara merancang serta menerapkan suatu pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.
B.     Rumusan Masalah
1.         Pengertian pendekatan pemecahan masalah ?
2.         Bagaimana merancang pembelajaran ips terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah ?
3.         Bagaimana menerapkan pembelajaran ips terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui dan memahami pengertian pendekatan pemecahan masalah
2.      Mengetahui dan memahami merancang pembelajaran ips terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah
3.      Mengetahui dan memahami menerapkan pembelajaran ips terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian pendekatan pemecahan masalah
 Masalah dapat diartikan setiap hal yang mengundang keragu-raguan, ketidakpastian atau kesulitan yang harus diatasi dan diselesaikan.Biasanya masalah terjadi karena kesenjangan antara apa yang diharapkan dan apa yang terjadi dilapangan. Selanjutnya masalah sosial dapat diartikan suatu situasi yang mempengaruhi banyak ruang dan dianggap sumber kesulitan atau ketidakpuasan yang menuntut untuk dipecahkan. Secara operasional, masalah sosial diartikan suatu situasi yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang dikehendaki.
Menurut sifatnya, masalah sosial bermacam-macam; statis-dinamis, besar-kecil, sederhana-kompleks. Dengan demikian strategi pemecahannya pun harus disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masalahnya. Seperti ada yang dipecahkan secara intuitif, coba-coba, tradisional, berdasarkan pengalaman lampau, terkaan kasar dan sebagainya.
Secara umum kita mengenal tiga cara pemecahan masalah:
1.         Pemecahan masalah secara otoritatif, yaitu pemecahan masalah yang dilakukan oleh penguasa yang berwenang (pejabat, guru, hakim, dan Iain- lain).
2.         Pemecahan masalah secara ilmiah, yaitu pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan secara ilmiah.
3.         Pemecahan masalah secara metafisik, yaitu pemecahan masalah dengan menggunakan cara-cara yang tidak rasional, misal secara gaib.
Pemecahan masalah merupakan suatu proses memecahkan masalah ini mcnyangkut mengubah keadaan yang aktual menjadi keadaan s eperti yang dikehendaki.
 Pendekatan adalah cara umum dalam melihat dan bersikap terhadap suatu masalah. Dengan demikian pendekatan pemecahan masalah adalah pendekatan yang digunakan dalam mempelajari IPS terpadu dengan maksud mengubah keadaan yang aktual menjadi keadaan seperti yang kita kehendaki dengan memperhatikan prosedur pemecahan yang sistematis.



B.     Merancang Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah
 Dalam merancang pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah sebaiknya berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif yang-mengikuti proses kerja sebagai berikut:
1.         Menyadari adanya masalah
2.         Mencari petunjuk untuk pemecahan masalahnya
3.         Mempergunakan suatu pemecahan yang cocok dengan kriteria tertentu.
     Pengajar perlu menyeleksi dalam memilih pendekatan pemecahan masalah di kelas bagi kepentingan proses belajar mengajar. Oleh Karena itu harus memperhatikan kriteria pemilihan masalah. Sebagai acuannya adalah kriteria pemilihan masalah seperti yang dikemukakan Qirillen dan Hannn, yakni:
Ø  Masalah itu bersifat umum dan berulang-ulang sehingga cukup dikenal
dan menarik perhatian siswa
Ø  Masalah itu cukup penting dibahas di kelas
Ø  Masalah itu dapat mengembangkan kelas ke arah tujuan yang dikebendaki
Ø  Melihat kemungkinan tersedianya bahan-bahan yang diperlukan untuk
pemecahan masalah
Ø  Masalah itu dapat menjamin kelanjutan pengalaman belajar siswa.

 Setelah masalah kita ketemukan, maka langkah selanjutnya adalah pemecahan masalah. Ada tiga model pemecahan masalah yang dikemukakan oleh para ahli antara lain John Dewey, Brian Larkin, David Johnson dan Frank Johnson. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan uraian berikut:
Langkah-langkah dan gambaran pemecahan masalah yang dikemukakan oleh John Dewey:
Ø  Mengetahui dan merumuskan permasalahan secara jelas,
Ø  Menelaah permasalahan dan menggunakan pengetahuan untuk merinci dan menganalisis masalah tersebut dari berbagai sudut,
Ø  Membuat atau merumuskan  hipotesis
Ø  Menghayati secara luas dan lengkap sebab akibat serta pemecahan masalah tersebut,
Ø  Meghimpun, mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesis.
Ø  Kecakapan mencari dan menyusun data dan menvisualisasikan data dalam bentuk bagan, gambar, grafik dan lain-lain,
Ø  Pembuktian hipotesis. Kecakapan menelaah dan membahas data, menghubung-hubungkan; atau menghitung data terhadap hipotesis dan keterampilan mengambil keputusan dan kesimpulan dari hal-hal di atas,
Ø  Menentukan pilihan pemecahan/keputusan.

Model Pemecahan Masalah secara Kelompok
1.    Model ini dikemukakan oleh David Johnson dan Frank Johnson, di mana model ini menitik beratkan pada pemecahan masalah secara kelompok yaitu pada kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan pemecahan masalah secara kelompok meliputi beberapa unsur sebagai berikut: dapat menghasilkan kesepakatan tentang sesuatu keadaan yang dikehendaki
2.    sepakat menetapkan struktur dan prosedur untuk menghasilkan, memahami dan memakai informasi yang relevan dengan keadaan yang actual
3.    sepakat untuk menetapkan struktur dan prosedur untuk menemukan kemungkinan pemecahan masalah, memutuskan dan mempergunakan cara pemecahan yang terbaik dan efektif.
Langkah-langkah pemecahan masalah secara kelompok yang dikemukakan oleh David Johnson dan Frank Johnson sebagai berikut:
1.      Definisi Masalah
Definisi masalah merupakan langkah yang paling sulit. Apabila merumuskan dengan baik maka langkah selanjutnya akan lebih mi Untuk perumusan masalah ini dianjurkan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
ü  tampunglah secara terbuka semua pernyataan masalah
ü  rumuskan kembali setiap pernyataan sehingga dapat memperoleh gambaran yang ideal dan aktual. Pilihlah salah satu definisi yang penting dan dapat dipecahkan.


2.      Diagnosis Masalah
Langkah kedua ini kita ingin mengetahui dimensi dan sebab sebab timbulnya masalah.
Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat dan besarnya kekuatan yang mendorong ke arah situasi yang ideal dan kekuatan-kekuatan ynng menghambat ke arah tersebut.
3.      Merumuskan Altematif Strategi
Dalam kelompok ketiga ini kelompok harus mencari dan menemukan berbagai altematif cara pemecahan masalah, di mana kelompok harus kreatif berpikir divergen, memahami pertentangan antaridea dan punya daya temu yang tinggi.
4.      Penentuan dan Penerapan suatu Strategi
Setelah berbagai altematif strategi pemecahan masalah diperoleh, maka kelompok pada tahap ini memutuskan untuk memilih altematif mana yang akan dipakai. Tahap ini mengandung dua aspek utama pemecahan masalah yaitu:
Ø  pengambilan keputusan yaitu suatu proses mengambil suatu pilihan dari berbagai altematif tindakan
Ø  keputusan penerapan yaitu suatu proses untuk mengambil tindakan yang diperlukan sehingga menghasilkan pelaksanaan tersebut
Dalam tahap ini kelompok harus menggunakan pertimbangan yang kritis, berpikir kovergen dalam membitat perencanaan yang nyata mengenai pelaksanaan.
5.      Evaluasi Keberhasilan Strategi
Dalam langkah kelima ini kelompok mempelajari: apakah strategi itu berhasil diterapkan (evaluasi proses), apakah akibat pcnerapan strategi itu (evaluasi hasil) dan apakah keadaan akKial sudah lebih mendekati keadaan yang ideal daripada sebelum penerapan.Hasil akhir dari evaluasi harus menunjukkan: masalah apa yang sudah dipecahkan, seberapa jauh pemecahannya, masalah apa yang belum terpecahkan dan masalah baru apa yang timbul sebagai akibat pemecahan ini.










BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Hal yang menjadi kunci dari suskesnya pembelajaran IPS terpadu dengan pendekatan masalah adalah pada tahap perancangan dan pemilihan model pemecahan masalah sehingga seorang pegajar mendapatkan rancangan yang jelas tentang bagaimana sebuah pembelajaran diarahkan .sehingga penerapan IPS terpadu dengan pendekatan masalah menjadi sebuah evaluasi . Pengajar dapat memodifikasi langkah-langkah yang disampaikan oleh para ahli dengan tetap memperhatikan prinsip yang baku sesuai dengan gaya mengajar Anda serta fasilitas yang ada sehingga tujuan dari pembelajaran IPS dapt tercapai.
B.     Saran
            Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca. Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan, dan semoga makalah ini dapat memperjelas secara khusus bagaimana cara merancang dan menerapkan keterampilan dasar ips.














DAFTAR PUSTAKA

Yamaco.2008.merancang dan menerapkan pembelajaran ips terpadu dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah https://yamaco.wordpress.com/2008/06/18/merancang-dan-menerapkan-pembelajaran-ips-terpadu-dengan-menggunakan-pendekatan-pemecahan-masalah/ (diakses pada tanggal 24 Januari 2018 pukul 11.45)

Komentar