BUMI DAN TATA SURYA
BUMI DAN TATA SURYA
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPA dengan dosen
pengampu : Ela Suryani, M.Pd
Disusun
Oleh :
1. Agus
Arifin Rohmatullah (130117A002)
2. Asrianti
Muryani (130117A004)
3. Berliana
Kusumaningsih (130117A005)
4. Ega
Meisa Erwin Putri (130117A007)
PRODI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NGUDI WALUYO
TAHUN
2017
KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini tentang bumi dan tata surya.
Makalah
ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang bumi dan tata
surya ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Ungaran, 01 Desember 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR...................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................1
C. Tujuan Penulisan.......................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..............................................................2
A. Menjelaskan Kedudukan Bumi dan Tata Surya........................2
B. Menguraikan Gerakan Bumi dan Bulan....................................3
C. Menganalisis Pengaruh Gerakan Bumi dan Bulan
Terhadap
Kehidupan......................................................................................8
D. Teori Pembentukan Tata Surya.................................................12
E.
Planet........................................................................................17
F.
Benda-Benda
Langit.................................................................25
BAB III PENUTUP.....................................................................28
A. Kesimpulan..........................................................................................28
B. Saran.........................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA...................................................................29
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia, hewan, dan
tumbuhan hidup dipermukaan bumi yang sangat luas. Bumi yang kita tempati ini
merupakan planet ketiga dalam tata surya. Tata surya yang terdiri dari
matahari, planet-planet, satelit-satelit, komet, meteor, dan asteroid hanyalah
satu dari jutaan bintang yang bergabung dalam suatu kelompok yang dikenal
dengan nama galaksi.
Dalam alam semesta ini terdapat ribuan galaksi
dengan jarak yang besar dan masing-masing berukuran besar pula. Galaksi kita,
yaitu tempat dengan matahari sebagai salah satu anggotanya dinamakan galaksi
Bima sakti yang dalam bahasa inggrisnya disebut Milky Way.
Tujuan
penulisan makalah ini supaya pembaca dapat lebih mengerti pengetahuan tentang
Bumi dan Tata Surya dalam lingkup yang lebih khusus.
B. Rumusan
masalah
1. Jelaskan kedudukan bumi dalam tata
surya?
2. Jelaskan pengertian gerakan bumi dan bulan?
3. Sebutkan pengaruh gerakan bumi dan bulan terhadap
kehidupan?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui kedudukan bumi dalam
tata surya.
2.
Untuk mengetahui gerakan bumi dan bulan.
3.
Untuk mengetahui pengaruh gerakan bumi
dan bulan terhadap kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KEDUDUKAN
BUMI DALAM TATA SURYA
Bumi ini bukan merupakan titik pusat dari seluruh
jagad raya sebagaimana orang-orang dahulu kala mengiranya. Dari hasil-hsil
penelitian manusia sekarang tahu bahwa mataharilah yang merupakan pusat tata
surya.
Bumi merupakan anggota tata surya bersama 7 planet
lainnya yang sama – sama mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda
– beda sesuai dengan jari – jari lintasannya. tak ada satu pun diantara
planet-planet tata surya itu yang mempunyai kondisi yang memungkinkan adanya
kehidupan seperti di bumi.
Bumi merupakan bagian dari sistem galaksi yang
berada di jagat raya, yaitu galaksi Bimasakti. Bumi yang kita tempati hanya
bagian kecil saja dari galaksi Bimasakti, yaitu bagian dari tata surya dengan
matahari sebagai pusatnya.
Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di
alam semesta ini. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan
teleskop berdiameter 5m di Observatorium Hale mungkin sampai kira-kira satu
miliar galaksi. Galaksi-galaksi inilah pengisi jagat raya.
Di samping keseimbangan yang menakjubkan ini, posisi
bumi di dalam tata surya dan di alam semesta juga merupakan bukti lain
kesempurnaan penciptaan Allah.
Temuan terakhir astronomi menunjukkan pentingnya
keberadaan planet lain bagi bumi. Ukuran dan posisi Yupiter, sebagai contoh,
ternyata begitu penting. Perhitungan astrofisika menunjukkan bahwa, sebagai
planet terbesar dalam tata surya, Yupiter menjamin kestabilan orbit bumi dan
planet lain. Peran Yupiter melindungi bumi dijelaskan dalam artikel “How
Special Jupiter is” karya George Wetherill:
Tanpa planet besar yang dengan tepat ditempatkan di
posisi Yupiter, bumi tentunya telah ditabrak ribuan kali lebih sering oleh
komet dan meteor serta serpihan antarplanet. Jika saja tanpa Yupiter, kita
tidak mungkin ada untuk mempelajari asal usul tata surya. Intinya, struktur
tata surya telah dirancang khusus bagi umat manusia untuk hidup. Mari kita kaji
juga tempat kedudukan tata surya di alam semesta. Tata surya kita berada di
salah satu cabang spiral raksasa dari galaksi Bima Sakti, lebih dekat ke tepi
daripada ke tengah. Keuntungan apa yang didapat dari posisi seperti ini?
Dalam Nature’s Destiny, Michael Denton menjelaskan: Yang
mengejutkan adalah bahwa alam semesta bukan saja luar biasa tepat bagi
keberadaan manusia dan adaptasi biologis manusia, namun juga bagi pemahaman
kita. Karena posisi tata surya kita di tepi galaksi, kita dapat pada malam hari
memandang jauh ke galaksi nan jauh di sana dan menggali pengetahuan dari
struktur keseluruhan alam semesta. Andai saja kita berada di tengah galaksi,
kita tidak akan pernah menyaksikan keindahan galaksi spiral atau memiliki
gagasan tentang struktur alam semesta.
Dengan kata lain, bahkan posisi bumi di galaksi
merupakan bukti bahwa bumi diciptakan bagi manusia untuk hidup, demikian pula
seluruh hukum fisika alam semesta.
CIRI-CIRI BUMI
1. Berwarna
biru (laut) dan putih (awan).
2. Jarak
Bumi ke Matahari adalah 149,6 juta km.
3. Satu-satunya
planet yang terdapat kehidupan di dalamnya.
4. Memiliki
diameter sebesar 12.742 km dan volume sebesar 1,08×1012 km3.
5. Planet
terbesar dalam golongan planet kebumian dan planet dalam.
6. Sebagian
besar permukaan dipenuhi oleh air dan sisanya berupa daratan yang membentuk
pulau-pulau dan benua. Pada bagian kutub permukaan Bumi diselimuti oleh lapisan
es dan gunung-gunung es.
7. Suhu
pada permukaan Bumi minimal -89 ºC, maksimal 57 ºC, dan rata-ratanya
15 ºC.
8. Memiliki
atmosfer yang tersusun atas nitrogen 70%, oksigen 21%, dan gas lainnya.
9. Periode
rotasi 24 jam (1 hari) dan periode revolusi 365 hari (1 tahun).
10. Memiliki
1 buah satelit alami bernama Bulan.
GERAKAN BUMI DAN BULAN
Bumi mempunyai dua macam
gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Akibat rotasi dan revolusi Bumi
mengakibatkan beberapa peristiwa. Peristiwa-peristiwa ini tentunya sudah tidak
asing lagi bagi kita karena hampir semua orang pernah mengalaminya. Peristiwa
seperti terjadinya siang dan malam, matahari terbit di sebelah timur dan
tenggelam di sebelah barat, perbedaan waktu di berbagai belahan bumi,
percepatan gravitasi bumi merupakan akibat dari rotasi bumi. Untuk lebih
lengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :
1.
Rotasi Bumi
Perputaran Bumi pada porosnya
disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari 23
jam 56 menit atau dibulatkan menjadi 24 jam. Bumi berotasi dari barat ke timur,
gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa, antara lain :
§ Terjadinya siang dan malam
Pada saat
berotasi tidak semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari. Bagian bumi yang
mendapatkan sinar matahari mengalami siang, sementara itu bagian bumi yang
tidak mendapatkan sinar matahari mengalami malam.
§ Gerak Semu Harian Matahahari
Matahari
selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti
ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya
rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya,
Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat.
§
Perbedaan Waktu di
Berbagai Tempat di Dunia
Rotasi
Bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Dalam satu
kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh
360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki
perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam,
dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu
tempuh (360° : 24 = 15°). Indonesia terletak di antara 95° BT dan 141° BT.
Artinya, panjang wilayah Indonesia adalah 46°. Karena setiap jarak 15° selisih
waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu
tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan
WIT (Waktu Indonesia Timur).
§ Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Rotasi
Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian
kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan
khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jari Bumi menimbulkan perbedaan percepatan
gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa
dengan kutub.
2.
Revolusi Bumi
Selain berputar pada
porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Gerakan Bumi mengelilingi
Matahari disebut revolusi Bumi. Untuk satu kali revolusi, Bumi membutuhkan
waktu satu tahun (365¼ hari). Revolusi Bumi membawa beberapa pengaruh terhadap
Bumi. Diantaranya adalah sebagai berikut :
§ Pergantian Musim
Bumi mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½° ke
arah timur laut dari sumbu Bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian
musim. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Matahari, belahan Bumi bagian
selatan bertambah dekat dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Bumi
selatan mengalami musim panas. Pada saat yang sama, belahan Bumi utara semakin
jauh dari Matahari. Belahan Bumi utara mengalami musim dingin. Di antara
pergantian musim panas ke dingin, terjadi musim gugur. Di antara pergantian
musim dingin ke panas, terjadi musim semi. Jadi, belahan Bumi selatan dan utara
mengalami empat musim.Kalian tentu tahu kita tinggal di daerah khatulistiwa,
daerah khatulistiwa selalu mendapatkan sinar Matahari sepanjang tahun. Oleh
karena itu, daerah khatulistiwa mengalami dua musim yaitu musi kemarau dan
musim hujan. Musim hujan teradi antara bulan Oktober-April, dan musim kemarau
antara bulan April-Oktober. Daerah khatulistiwa biasa disebut daerah tropis.
§
Gerak Semu Tahunan
Matahari
Matahari
tampak terbit dari tempat yang berbeda setiap periode tertentu dalam setahun.
Padahal, Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini
terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah-olah bergerak atau berpindah
tempat. Nah, gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari. Perhatikan
gambar di bawah ini :
§ Tanggal 21 Maret Dilihat dari Bumi, Matahari tepat berada pada
garis khatulistiwa (0º). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit tepat di
sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di sebelah
barat.
§ Tangal 21 Juni, dilihat dari Bumi, Matahari tampak berada pada
23½Âº lintang utara (LU). Karenanya, Matahari seolah-olah terbit agak sedikit
bergeser ke utara.
§ Tanggal 23 September, diamati dari Bumi, Matahari tampak kembali
berada pada garis khatulistiwa. Akibatnya, Matahari seolah-olah terbit tepat di
sebelah timur.
§ Tanggal 22 Desember, Matahari tampak berada pada 23½Âº
lintang selatan (LS) jika dilihat dari Bumi. Hal ini menyebabkan Matahari
seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke selatan.
Gerakan
Bulan
Bulan
memiliki dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Akibat yang ditimbulkan
oleh rotasi dan revolusi Bulan antara lain sebagai berikut :
§ Rotasi Bulan
Perputaran
Bulan pada porosnya disebut rotasi Bulan. Untuk satu kali rotasi, Bulan
membutuhkan waktu sebulan (29½ hari). Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh
apa pun terhadap kehidupan di Bumi.
§ Revolusi Bulan
Sebagai
satelit Bumi, Bulan bergerak mengelilingi Bumi. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi
disebut revolusi Bulan. Waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali revolusi
adalah sebulan (29½ hari). Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena
Matahari berubah-ubah. Oleh karena itu, bentuk Bulan dilihat dari Bumi juga
berubah-ubah. Pasang purnama terjadi pada saat Bulan purnama dan Bulan
baru. Pasang perbani terjadi pada saat Bulan paruh. Perubahan bentuk
Bulan itu disebut fase-fase Bulan.
Dalam
sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap fase
Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.
§ Hari pertama, Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang
tidak terkena sinar Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak
dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.
§ Hari keempat, Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi,
Bulan tampak melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.
§ Hari kedelapan, Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak
berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.
§ Hari kesebelas, Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari
Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase ini disebut Bulan cembung.
§ Hari keempat belas, Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi
ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau
Bulan penuh.
§
Hari ketujuh belas, Bulan
berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti
cakram.
§
Hari kedua puluh satu,
Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi
90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.
§
Hari kedua puluh lima,
Bulan berada pada posisi 315°. Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan
posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk seperti sabit. Selanjutnya, Bulan
akan kembali ke kedudukan semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama
dengan posisi Bulan baru.
PENYEBAB GERHANA MATAHARI
DAN BULAN
1. GERHANA
MATARI
Terjadi
ketika posisi bulan
terletak di antara Bumi
dan Matahari,[1]
sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih
kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan
yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat
dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
2.
GERHANA BULAN
Terjadi
saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan
tertutup oleh bayangan bumi.
Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari
dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat
mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi
B.
Akibat
Revolusi Bumi Bagi Kehidupan
1.
Perbedaan Lama Siang dan Malam
Antara 21 Maret--23 September:
·
Kutub utara berada di dekat
matahari, sedangkan kutub selatan jauh dari matahari.
·
Belahan bumi utara terpapar
sinar matahari lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan.
·
Matahari bergeser ke arah
utara bumi.
·
Jarak terdekat kutub utara
dan matahari terjadi pada tanggal 21 Juni. Pada tanggal tersebut, pengamat di
khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5° ke
arah utara.
·
Beberapa daerah dekat kutub
utara mengalami siang selama 24 jam. Sementara itu, beberapa daerah dekat kutub
selatan mengalami malam selama 24 jam.
Antara 23 September-21
Maret:
·
Kutub selatan berada di
dekat matahari, sedangkan kutub selatan jauh dari matahari.
·
Belahan bumi selatan
mendapatkan sinar matahari lebih lama dibandingkan dengan belahan bumi utara.
·
Belahan bumi selatan
mengalami siang yang lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan utara.
·
Matahari bergeser ke arah
selatan bumi.
·
Beberapa daerah dekat kutub
utara mengalami waktu malam 24 jam, sementara beberapa daerah di dekat kutub
selatan mengalami siang selama 24 jam.
·
Pada tanggal 22 September,
kutub selatan berada di posisi paling dekat dengan matahari. Pada tanggal
tersebut, pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5° ke arah selatan.
Antara 21 Maret--23
Desember :
·
Jarak matahari di kutub
utara dan kutub selatan sama.
·
Belahan bumi utara dan
belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
·
Seluruh permukaan bumi
mengalami waktu siang dan malam sama lamanya.
·
Matahari terlihat melintas
tepat di atas kepala di daerah khatulistiwa.
2. Perubahan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah kumpulan
bintang-bintang yang membentuk pola tertentu. Nah, rasi
bintang apa yang RG Squad ketahui? Biasanya, rasi
bintang yang paling dikenal ialah rasi bintang Biduk, Scorpio, dan Leo. Revolusi mengakibatkan bintang-bintang
terlihat berubah.
3. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah
belahan bumi utara (22 Desember - 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari
belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni - 21 Desember) disebut
gerak semu harian matahari. Gerak revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring
mengakibatkan matahari seolah-olah bergeser.
4. Adanya Perubahan Musim
Perubahan musim juga disebabkan
oleh rotasi bumi, loh. Perubahan
musim terjadi di belahan bumi utara dan selatan. Musim
yang terdapat di bumi antara lain musim semi, panas, gugur, dan dingin.
Musim-musim tersebut terjadi pada tanggal tertentu:
Belahan bumi utara :
·
Musim semi (21 Maret–21
Juni)
·
Musim panas (21 Juni–23
September)
·
Musim gugur (23 September–22
Desember)
·
Musim dingin (22 Desember–21
Maret)
Belahan bumi selatan :
·
Musim semi (23 September–22
Desember)
·
Musim panas (22
Desember–21 Maret)
·
Musim gugur (21
Maret–22 Juni)
·
Musim dingin (21 Juni–23
September)
5. Ditetapkannya Kalender Masehi
Gerakan
Bulan dan Akibatnya
Bulan merupakan adalah satelit alami
yang dimiliki oleh bumi. bulan tidak memancarkan cahaya sendiri. Cahaya bulan
yang terlihat pada malam hari berasal dari cahaya matahari yang dipantulkan
kembali oleh permukaan bulan. Bulan melakukan tiga gerakan.
Berikut jenis gerakan bulan beserta akibatnya :
a.
Gerakan
Rotasi Bulan
Sama halnya dengan bumi dan planet
planet lainnya, bulan juga berputar pada porosnya atau berotasi. Waktu yang
diperlukan bulan untuk melakukan satu kali rotasi sama dengan waktu yang
diperlukan bulan untuk berevolusi mengelilingi bumi. sehingga dapat dikatakan
bahwa periode rotasi bulan sama dengan periode revolusinya. Hal itu menyebabkan
permukaan bulan yang menghadap bumi akan selalu terlihat sama.
b.
Revolusi
Bulan mengelilingi bumi
Selain berputar pada porosnya, bulan
juga bergerak mengelilingi bumi yang disebut revolusi bulan. Akibat revolusi
bulan, bulan akan tampak berubah-ubah jika dilihat dari bumi yang disebut
dengan fase bulan. Fase bulan dipengaruhi oleh posisi bulan terhadap bumi dan
matahari.
TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA
Para
ahli astronomi yang mempelajari asal usul tata surya berpendapat bahwa seluruh
sistem tata surya telah terbentuk semenjak 4,5 milyar tahun yang lalu. Hal
tersebut berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan menghitung umur
batuan-batuan yang ada di ruang angkasa dan di bumi. Terdapat berbagai macam
teori asal usul tata surya yang dikemukakan oleh beberapa orang ahli.
1. Teori Nebula atau Kabut ( Kant –
Laplace )
Pada
teori ini dinyatakan bahwa pada tahap awal, tata surya masih berupa kumpulan
kabut raksasa. Kabut yang merupakan asal usul tata surya ini tersusun dari
debu, es, dan gas dengan kandungan hidrogen tinggi. Kabut ini disebut sebagai
nebula. Kemudian kabut mengalami penyusutan karena gaya gravitasi yang
dimilikinya. Selama proses penyusutan kabut tersebut berputar sehingga akhirnya
memanas dan berubah menjadi bintang raksasa.
Bintang
raksasa tersebut adalah matahari. Ukuran dari matahari raksasa tersebut terus
menyusut dan berputar semakin cepat. Sehingga cincin-cincin gas dan es
terlempar keluar ke sekeliling matahari. Pada akhirnya akibat adanya gaya tarik
gravitasi dan penurunan temperatur, gas dan es tersebut memadat dan membentuk
planet-planet.
2.
Teori Pasang Surut atau Tidal ( Jeans
dan Jeffreys )
Pada
tahun 1991, ada 2 orang ilmuwan bernama James H. Jeans dan Harold Jeffers yang
menyampaikan teori Pasang Surut atau Tidal. Menurut teori pasang surut ratusan
juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian
menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari tertarik dan
lepas. Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian membentuk
planet-planet.
Ratusan
juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian
menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari tertarik dan
lepas. Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian membentuk
planet-planet.
Sedangkan
pada teori asal usul tata surya menurut Jeans dan Jeffreys, bintang raksasa
yang mendekati matahari massanya sama dengan massa matahari. Sehingga ketika
bintang tersebut mendekat, pada permukaan matahari terbentuk gunung-gunung
gelombang yang besar sekali. Gunung-gunung tersebut memiliki ketinggian yang
luar biasa dan berbentuk seperti lidah pijar raksasa. Lidah pijar yang menjulur
dari matahari sampai ke bintang raksasa.
Pada
teori pasang surut ini juga dijelaskan bahwa planet-planet tersebut berasal
dari pecahan gas matahari yang berbentuk seperti cerutu. Sehingga ukuran
planet-planet menjadi berbeda-beda, akibatnya planet-planet dibagian tengah
seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki ukuran yang besar.
Sedangkan pada bagian ujung planet-planetnya berukuran lebih kecil.
3.
Teori Planetesimal ( Moulton dan
Chamberlin )
Teori
Planetesimal pada dasarnya hampir sama dengan teori pasang surut. Teori ini
pertama kali disampaikan oleh seorang astronom bernama Forest R. Moulton
(1878-1952) dan ahli kebumian yang bernama Thomas C. Chamberlin (1834-1928).
Planetesimal sendiri berarti planet kecil yang memutari sebuah inti yang
berbentuk gas.
Matahari telah ada sebagai salah satu
dari sekian banyak bintang, pada suatu waktu ada sebuah bintang yang melintas
di kejauhan yang tidak terlalu jauh, sehingga terjadi pasang naik antara
bintang dan matahari. Pada saat bintang itu berada jauh dari massa matahari
jatuh ke permukaan matahari dan sebagian tersebar di sekitar matahari, maka ini
disebut planetisimal yang dikenal sebagai planet yang berada di orbitnya dan di
sekitar matahari.
4. Teori
Bintang Kembar ( Fred Hoyle )
Teori bintang kembar adalah salah satu dari banyaknya teori tentang
pembentukan dan evolusi tata surya. Teori ini diusulkan oleh astronom Inggris
R.A. Lyttleton, pada tahun 1956. Menurut teori ini tata surya
awalnya terbentuk dari 2 buah bintang kembar raksasa.
Kemudian, salah satu bintang dari bintang kembar itu meledak
sehingga menghasilkan puing-puing dan debu. Hingga akhirnya berevolusi
mengelilingi mengelilingi bintang yang satunya (matahari) dan membentuk
planet-planet beserta benda-benda langit lainnya.
Sehingga Lyttelton meyakini bahwa asal usul tata surya kita adalah
dari hasil ledakan 2 buah bintang kembar. Dimana salah satu bintang meledak dan
membentuk anggota tata surya. Sedangkan yang tidak hancur menjadi pusat tata
surya.
5.
Teori Big Bang ( George Lemaitre )
Big Bang adalah kata yang mewakili peristiwa ledakan yang sangat
besar. Beberapa ilmuwan, sistem tata surya kita percaya bahwa asal usul tata
surya adalah dari bintang yang berukuran sangat besar. Dalam beberapa juta
tahun, usia bintang itu naik, dan akhirnya meledak.
Ledakan yang sangat kuat timbul karena ukuran dan energi yang
dimiliki bintang sangatlah besar. Ledakan ini setara dengan 5 × 1025
kali intensitas ledakan senjata nuklir. Partikel yang dipancarkan oleh ledakan,
meleleh dan dipadatkan oleh gravitasi dan energi dari ledakan ledakan tersebut.
Sehingga, terbentuklah benda-benda langit seperti sekarang ini.
6.
Teori Keadaan Tetap atau Steady – State ( Bondi,
Gold, dan Hoyle )
Menurut
teori ini, yaitu teori steady state (teori keadaan tetap) bahwa
alam semesta belum memiliki awal dan tidak akan berakhir. Alam semesta dari
dulu selalu tampak sama seperti sekarang, tidak ada yang berubah.
Semua
materi di alam semesta terus berekspansi dan bergerak menjauhi kita. Teori keadaan
tetap disampaikan oleh H. Bondi, T. Gold dan F. Foil dari Universitas Cambridge
pada tahun 1948. Teori mengacu kepada prinsip kosmologi sempurna, yaitu
pernyataan bahwa alam semesta dimanapun dan kapan pun akan tetap sama.
Pernyataan
ini di dukung oleh hasil penemuan galaksi baru yang mempunyai massa yang
sebanding dengan galaksi lama. Sehingga beranggapan bawah alam semesta termasuk
tata surya memiliki luas dan umur yang tak terhingga.
PLANET
Planet
merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahay sendiri, namun hanya
memantulkan cahaya matahari. Menurut International Astronomical Audit (IAU),
planet adalah banda langit yang mempunyai orbit mengelilingi matahari, memiliki
massa dan gravitasi yang cukup sehingga bisa membentu struktur bulat, dan memiliki
lintasan orbit yang bersih (tidak memiliki banda langit lainnya di dalam
orbitnya).
1.
Planet Merkurius
Planet
Merkurius dalam sistem tata surya terletak pada bagian paling dalam atau paling
dekat dengan Matahari. Sejak zaman 2500 sebelum masehi, manusia telah melakukan
berbagai pengamatan untuk memahami ciri-ciri planet Merkurius. Bangsa Sumeria
tercatat sebagai yang pertama kali memulai pengamatan planet Merkurius.
Ciri-ciri
planet Merkurius berikut :
- Planet berwarna abu-abu.
- Planet terdekat dengan Matahari, jaraknya adalah 57 juta km.
- Planet terkecil dalam tata surya.
- Diameter= 4.880 km dan volume= 6,083×1010 km3.
- Termasuk kelompok planet kebumian dan planet dalam.
- Permukaannya terdiri dari lembah, kawah, dan perbukitan yang memanjang.
- Saat siang hari suhunya sangat panas bisa mencapai 430 ºC dengan suhu rata-rata 70 ºC.
- Saat malam hari suhunya sangat dingin bisa mencapai -180 ºC dengan suhu rata-rata -70 ºC.
- Periode rotasi 59 hari dan periode revolusi 88 hari.
- Tidak memiliki satelit.
- Tidak mempunyai lapisan atmosfer.
2. Planet
Venus
Planet yang berada dalam urutan kedua dari Matahari
adalah Venus. Pengamatan terhadap planet Venus atau lebih dikenal sebagai
“bintang fajar” dan “bintang senja” telah dilakukan sejak peradaban kuno. Hal
ini dibuktikan dengan sebuah peninggalan kuno dari tahun 1581 SM, yaitu
prasasti Ammisaduqa. Sebuah prasasti peninggalan peradaban Babilonia.
Adapun ciri-ciri planet Venus adalah sebagai berikut.
- Planet berwarna putih kekuningan.
- Planet terdekat dengan Bumi, paling dekat bisa mencapai jarak 38,2 juta km.
- Jarak Venus dari Matahari adalah 108,2 juta km.
- Diameter= 12.104 km dan volume= 9,38×1011 km3. Ukuran planet Venus hampir sama sperti ukuran Bumi, diamternya hanya selisih 605 km. Oleh karena itu Venus juga dijuluki sebagai planet “kembaran Bumi”.
- Termasuk kelompok planet kebumian dan planet dalam.
- Permukaannya kering, terdapat gurun, dan terdapat beberapa beatuan.
- Planet terpanas di tata surya, suhunya bisa mencapai 462 ºC.
3. Planet
Bumi
Bumi
merupakan planet ketiga dari metahari yang menjadi tempat tinggal kita.
Pemahaman manusia terhadap Bumi menagalmi banyka perkembangan di setiap
zamannya. Pada awalnya manusia menganggap Bumi itu datar atau flat earth dan
alam semesta ini berbentuk seperti kubah tertutup dengan Bumi sebgai lantainya.
Pendapat ini disampaikan oleh bangsa Babilonia yang hidup 2000 SM.
Berikut adalah ciri-ciri planet Bumi.
- Berwarna biru (laut) dan putih (awan).
- Jarak Bumi ke Matahari adalah 149,6 juta km.
- Satu-satunya planet yang terdapat kehidupan di dalamnya.
- Memiliki diameter sebesar 12.742 km dan volume sebesar 1,08×1012 km3.
- Planet terbesar dalam golongan planet kebumian dan planet dalam.
- Sebagian besar permukaan dipenuhi oleh air dan sisanya berupa daratan yang membentuk pulau-pulau dan benua. Pada bagian kutub permukaan Bumi diselimuti oleh lapisan es dan gunung-gunung es.
- Suhu pada permukaan Bumi minimal -89 ºC, maksimal 57 ºC, dan rata-ratanya 15 ºC.
- Memiliki atmosfer yang tersusun atas nitrogen 70%, oksigen 21%, dan gas lainnya.
- Periode rotasi 24 jam (1 hari) dan periode revolusi 365 hari (1 tahun).
- Memiliki 1 buah satelit alami bernama Bulan.
4. Planet
Mars
- Berwarna kemerah-merahan dan mendapat julukan “planet merah” karena kandungan besi oksida di permukaan Mars.
- Jarak antara Mars dan Matahari adalah 227 juta km. Jarak terdekatnya 206 juta km dan terjauh 246 juta km.
- Diameter= 6.779 km dan volume= 1,632×1011 km³
- Merupakan bagian dari planet kebumian dan planet dalam.
- Pada permukaannya terdapat kawah, lembah, gurun,gunung berapi, dan bagian kutub ditutupi oleh kubah es.
- Suhu rata-rata pada permukaannya adalah -46 ºC.
- Lapisan atmosfer planet ini lebih tipis daripada atmosfer Bumi dan tersusun atas gas karbondioksida (95%), nitrogen (3%), argon, oksigen, dan uap air.
- Periode rotasi adalah 24, 6 jam dan periode revolusi adalah 687 hari.
- Mempunyai 2 satelit, yaitu Phobos dan Demos.
5. Planet
Jupiter

Adapun ciri-ciri planet Jupiter adalah sebagai
berikut.
- Jika dilihat dari ruang angkasa, Jupiter tamak memiliki warna yang berlapis-lapis kombinasi warna oranye dan putih. Warna oranye berasal dari awan amonium hidrosulfida dan warna putih dari awan amonia.
- Memiliki cincin yang tipis yang terdiri dari 3 bagian yang terbuat dari debu.
- Jarak rata-rata planet Jupiter dan Matahari adalah 778,55 juta km.
- Planet Jupiter adalah planet terbesar dalam tata surya kita.
- Diameternya adalah 139.822 km dan volumenya adalah 1,43×1015 km3.
- Termasuk planet luar dan planet raksasa gas.
- Planet Jupiter tidak memiliki permukaan padat seperti halnya planet gas lainnya.
- Suhu permukaanya berkisar antara -108 ºC sampai -158 ºC.
- Atmosfer Jupiter merupakan atmosfer terbesar di tata surya dan terdiri dari beberapa lapisan yang tersusun secara horizontal. Lapisan tersebut ada yang berwarna gelap (oranye) dan cerah (putih).
6.
Planet Saturnus

Berikut adalah ciri-ciri planet Saturnus, planet kedua
terbesar setelah Jupiter.
- Planet ini berwarna kuning pucat.
- Memiliki cincin yang terbuat dari gumpalan-gumpalan es.
- Jarak planet Saturnus dan Matahari adalah 1,4 milyar km.
- Diameter sebesar 116.464 km dan volume sebesar 8,2713×1014 km³.
- Termasuk planet luar dan planet raksasa gas.
- Tidak memiliki permukaan padat yang terdiri dari helium, hidrogen, dan es.
- Suhu permukaanya berkisar antara -136 ºC hingga -186 ºC.
- Atmosfernya terdiri dari gas amonia dan metana.
- Periode rotasi 10,7 jam dan periode revolusi 29,5 tahun.
- Memiliki 56 satelit, akan tetapi hanya 21 satelit saja yang sudah diberi nama. Satelit itu ialah Atlas, 1980 S27, 1980 S26, Euphemetheus, Janus, Mimas, Coorbital, Encelandus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, Dione coorbital, 1980 S5, 1980 S6, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, Phoebe.
7. Planet
Uranus

Planet yang berada setelah Saturnus adalah planet
Uranus. Planet ini dapat dilihat dengan mata telanjang seperti planet-planet
sebelumnya. Hanya saja orang zaman dahulu tidak mengangapnya sebagai planet.
Hal ini dikarenakan cahayanya erliaht begitu redup dan pergerakanya yang
lambat. Plaent ini ditemukan oleh Sir William Herschel pada tahun 1781. Berikut
ciri-ciri yang dimiliki oleh planet Uranus.
- Warnanya biru muda.
- Memiliki cincin unik yang melingkari planet secara vertikal.
- Jaraknya 2,7 milyar km dari Matahari
- Diameter= 50.724 km dan volume= 6,833×1013 km³.
- Termasuk planet luar dan planet raksasa gas.
- Tidak memiliki permukaan padat yang tersusun dari fluida gas dan cair.
- Suhu permukaanya berkisar antara -194 ºC sampai -271 ºC.
- Atmosfer Uranus tersusun dari gas hidrogen, helium, metana, dan es.
- Periode rotasi 17 jam dan periode revolusi 84 tahun.
- Mempunyai 27 buah satelit. 15 satelit diantaranya bernaam Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Puck, Cordelia, Ophelia, Bianca, Cresida, Desemona, Juliet, Portia, Rosalin, Belinda.
8. Planet
Neptunus

Planet kedelapan adalah planet Neptunus. Nama planet ini
diambil dari nama dewa Romawi yang menguasai lautan. Pada tahun 1612, Galileo
melalui lukisannya telah menujukkan keberdaan plane Neptunus. Akan tetapi
Galileo salah menganggap planet ini sebagai bintang tetap. Akhirnya pada tahun
1846, planet Neptunus ditemukan oleh Alexis Bouvard dan memasukkanya ke dalam
daftar planet-planet ddalam tata surya.
Adapun ciri-ciri planet Neptunus adalah sebagai
berikut.
- Planet Neptunus berwarna biru.
- Memiliki cincin tipis yang tersusun dari partikel-partikel es.
- Jarak Neptunus dengan Matahari adalah 4,5 milyar km.
- Diameter = 49.244 km dan volume = 6,254×1013 km³.
- Termasuk planet luar dan planet raksasa gas.
- Permukaanya tesusun atas air, amonia, dan metana tau dikenal sebagai samudra air amonia.
- Suhu permukaanya berkisar antara -198 ºC sampai -215 ºC.
- Atmosfer Uranus tersusun dari gas hidrogen, helium, metana, dan es.
- Periode rotasi 16 jam dan periode revolusi 165 tahun.
- Mempunyai 13 buah satelit, 8 diantaranya bernama Triton, Nereid, Naiad, Thalasa, Despina, Galatea, Larissa, Proteus.
BENDA – BENDA LANGIT
1. Meteor
![]() |
Meteor
adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang
mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan
tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api
dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.
2. Meteorit
Meteorit
adalah benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang cepat. Jumlah meteorit
di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk,
jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.
3.
Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi
matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat
lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang
bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.
4.
Satelit

Satelit
adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit peredaran sendiri.
Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama mengelilingi
bintang. Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi
mengelilingi matahari, sedangkan satelit palapa, satelit b1, dan sebagainya
adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti
untuk komunikasi, mata-mata, riset, dan lain sebagainya.
5. Bintang
![]() |
Bintang
adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan
cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah
matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti
pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan
jupiter.
6.
Planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang
sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun
dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap
hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai
bintang fajar.
7. Asteroid
![]() |
Asteroid,
pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih
kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteorit, umumnya terdapat
di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid
berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma
("ekor") sementara asteroid tidak.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Alam Semesta
adalah ruangan yang luas yang tak dapat diketahui. Galaksi, bintang, matahari, nebula, planet,
meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah sebagian kecil dari materi di Alam
semesta yang dikenal manusia yang hidup di Bumi. Tata Surya adalah
kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari
sebagai pusat dan semua objek yang mengelilinginya.
Bumi
merupakan anggota tata surya bersama 7 planet lainnya yang sama – sama
mengelilingi matahari dengan waktu tempuh yang berbeda – beda sesuai dengan
jari – jari lintasannya. Pada bumi,selain berputar pada porosnya(rotasi) bumi
juga bersama planet-planet yang lain berputar mengelilingi matahari
(revolusi).
Akibat dari rotasi bumi adalah
adanya gerak semu harian dari matahari, pergantian siang dan malam,
penyimpangan arah angin, arus laut,dll. Akibat revolusi bumi adalah adanya perubahan lamanya waktu siang dan malam,
adanya perubahan rasi bintang, adanya gerak semu tahunan matahari,dll.
B.
Saran
Semoga
dengan dibuatnya makalah ini kita bisa menambah wawasan pengetahuan kita, kita
tahu apa itu materi dan bagaimana perubahannya, sehingga materi tersebut bisa
bermanfaat di dunia ini.dan semoga kita lebih kritis lagi dalam me
DAFTAR PUSTAKA
1.
https://blog.ruangguru.com/5-akibat-revolusi-bumi-bagi-kehidupan. Diunduh pada tanggal 29 november pukul
19.05
2.
http://www.informasi-pendidikan.com/2015/03/gerakan-bulan-dan-akibatnya.htmlDiunduh pada
tanggal 29 november pukul 19.05
3.
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/197812182001122-WINNY_LILIAWATI/ROTASI_DAN_REVOLUSI_BUMI_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf.. Diunduh pada tanggal 29
november pukul 19.15
6. https://informazone.com/ciri-ciri-planet/



Komentar
Posting Komentar