MAGNET



MAGNET
 
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPA dengan dosen pengampu : Ela Suryani, M.Pd

Disusun Oleh :
1.      Agus Arifin Rohmatullah                             (130117A002)
2.      Asrianti Muryani                                                      (130117A004)
3.      Berliana Kusumaningsih                               (130117A005)
4.      Ega Meisa Erwin Putri                                  (130117A007)



PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
TAHUN 2017



KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang magnet.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang gerak ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.



Ungaran, 25 Oktober 2017







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................1
A.    Latar Belakang....................................................................................................................1
B.     Rumusan Masalah..............................................................................................................1
C.     Tujuan Penulisan................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................3
A.    Konsep Magnet...................................................................................................................3
B.     Jenis-jenis Magnet .............................................................................................................5
C.     Sifat-sifat Magnet...............................................................................................................7
D.    Cara Pembuatan Magnet.....................................................................................................8
E.     Manfaat Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari.................................................................10
F.      Kemagnetan Bumi.............................................................................................................11
G.    Gaya Lorentz.....................................................................................................................11
H.    Cara Menghilangkan Sifat Magnet...................................................................................12
BAB III PENUTUP.................................................................................................................13
A.    Kesimpulan........................................................................................................................13
B.     Saran..................................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................14











BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Di bumi ini tentunya kita tidak asing dengan benda yang bernama magnet. Benda yang memiliki medan magnet dan dua kutub ini dapat menarik benda-benda yang mengandung unsur logam. Kita dapat menemukan magnet dimana saja, misalnya di toko mainan, toko bangunan, bahkan di bumi yang kita pijak ini terdapat sumber medan magnet yang sangat banyak.
Magnet sebenarnya tidak hanya berupa magnet batang, jarum, lingkaran, yang biasa kita lihat pada umumnya. Tetapi magnet juga bisa dibuat dengan cara sederhana dan tidak membutuhkan bahan-bahan tertentu yang rumit seperti pada pembuatan magnet buatan.
Selain itu magnet juga sangat berguna bagi manusia. Misalnya saat kita tersesat di hutan kita dapat menggunakan kompas sebagai penunjuk jalan, dalam hal ini magnet juga ikut berperan penting. Magnet kulkas digunakan untuk menyimpan catatan di pintu kulkas. 

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana konsep magnet?
2.      Apa saja jenis-jenis magnet?
3.      Apa saja sifat-sifat magnet?
4.      Bagaimana cara membuat magnet?
5.    Apa saja manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari?




C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui apa itu konsep magnet.
2.      Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis magnet.
3.      Untuk mengetahui sifat-sifat magnet.
4.      Untuk mengetahui cara membuat magnet.
5.      Untuk mengetahui manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Magnet
Dahulu kala, disalah satu kota Yunani kuno, Magnesia, orang menemukan batu yang bisa menarik benda lainnya seperti besi, nikel, dan kobalt. Selanjutnya, mereka menyebut batu ini dengan nama “Magnet”. Batuan ini kemudian digunakan oleh bangsa Cina sebagai bahan pembuatan kompas. Ilmuwan kemudian menemukan bahwa magnet selalu mempunyai dua kutub, sifat kutub ini berbeda dengan yang dimiliki oleh kutub listrik. Kutub ini berada di kedua ujungnya, dan di daerah inilah efek magnet yang paling besar. Kutub ini dinamakan kutub utara dan kutub selatan, kedua kutub ini selalu berpasangan. Jika kita memotong sebatang magnet, maka pada masing-masing potongan akan terbentuk kutub yang baru sama dengan kutub asalnya.


Pada dua kutub magnet, berlaku kutub yang sejenis akan saling tolak, dan kutub yang berbeda jenis akansaling menarik.   
           






Hukum Coulomb untuk Magnet
Bunyi hukum Coulomb adalah “Besar gaya tarik-menarik atau tolak menolak pada suatu benda yang memiliki muatan listrik sebanding dengan hasil kali besar muatan listrik kedua benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda tersebut.”
Dalam pembahasan tentang magnet, berlaku pula hukum Coulomb. Pengaruh yang diperlihatkan oleh dua buah magnet berbanding lurus dengan kekuatan masing-masing kutub dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkan dua magnet tersebut.
Medan Magnet
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, jika dua buah magnet di dekatkan satu sama lain, maka akan terjadi dua kemungkinan, tolak menolak atau tarik menarik. Gaya tolakan atau tarikan ini bekerja disekitar tubuh sebatang magnet dan daenrah yang terkena akbiat dari gaya ini disebut dengan medan magnet. Tentunya medan magnet ini tidak bisa terlihat secara kasat mata. Tetapi, dengan sebuah percobaan sederhana dapat menunjukkan cara kerja dari medan magnet ini. Letakkan selembar kertas di atas sebuah magnet batang, kemudian taburi dengan serbuk besi, maka dengan mudah akan terlihat medan magnet berupa formasi garis -garis gaya disekitar magnet batang tersebut.

Gejala kemagnetan terkait erat dengan kelistrikan. Listrik dapat menyebabkan medan magnet. Ketika sebuah kompas diletakkan di dekat kawat berarus, maka jarum kompas tersebut akan mengalami penyimpangan.
B.     Jenis-jenis Magnet
1. Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang sudah memiliki sifat kemagnetan secara alami, artinya tanpa ada campur tangan manusia. Contohnya adalah gunung ida di Magnesia yang mampu menarik benda – benda disekitarnya.
2. Magnet Buatan
Magnet Buatan adalah magnet yang dibuat manusia, magnet buatan dibuat dari bahan – bahan magnetik kuat seperti besi dan baja.
 




Magnet jarum
Magnet jarum berbentuk seperti jarum jam, magnet ini biasanya digunakan untuk kompas.
Magnet Ladam
Kutub utara dan selatan magnet ladam menunjuk ke satu arah


Magnet batang
Magnet batang memiliki dua kutub di ujung-ujungnya. Ketika digantung dengan seutas benang, magnet batang akan mengarah ke kutub utaranya ke kutub selatan magnet bumi.
Magnet silinder
Letak kutub-kutub pada magnet silinder sama dengan magnet batang, hanya      saja magnet  ini berbentuk silinder (tabung).






C.    Sifat-sifat Magnet
1)   Magnet hanya dapat menarik benda – benda tertentu dalam jangkauannya, artinya tidak semua benda dapat ditarik
2)   Gaya Magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya tersebut
3)   Magnet mempunyai dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan
4)   Apabila Kutub yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling tolak menolak,  namun apabila kutub yang berbeda didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling Tarik Menarik







Medan Magnet akan membentu Gaya Magnet. Semakin Dekat benda dengan Magnet, medan magnetnya semakin rapat, sehingga gaya magnetnya akan semakin besar. Demikian pula sebaliknya
Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah karena bebarapa penyebab, contohnya apabila terus menerus jatuh, terbakar, dll.



D.    Cara Pembuatan Magnet
Magnet ada dua jenis yaitu magnet alam dan magnet buatan. Ada berbagai cara untuk membuat magnet, antara lain:

a. Dengan cara menggosokkan magnet tetap
Benda-benda kecil, misalnya jarum atau paku apabila kita dekatkan dengan sebatang besi atau sebatang baja ternyata benda-benda kecil tersebut tidak dapat ditarik oleh batang besi atau baja.
Hal ini menunjukkan bahwa besi atau baja tidak bersifat sebagai magnet. Besi atau baja dapat dibuat magnet antara lain dengan cara menggosokkan salah satu ujung magnet tetap di sepanjang batang besi, atau baja ke satu arah secara berulang-ulang.
Secara fisika bahwa benda-benda yang bisa dibuat magnet adalah benda atau material yang sudah mempunyai sifat kemagnetan yang terdiri dari domain-domain atau magnet-magnet kecil yang disebutmagnetelementer.
Saat terjadi penggosokan dengan arah yang teratur mengakibatkan adanya pengaruh medan magnet dari magnet permanen yang dapat digunakan untuk menyearahkanposisidomain.
Dengan posisi yang searah tentu mengakibatkan adanya gaya yang ditimbulkan oleh domain tersebut sehingga menjadikan benda bermagnet.



b. Dengan aliran arus listrik
Pada Kegiatan di bawah ini  menunjukkan bahwa paku besar yang dililiti oleh sebuah kumparan setelah dihubungkan dengan baterai kemudian dekatkan dengan paku-paku kecil, ternyata paku kecil akan menempel pada paku besar tersebut.
Apabila baterai atau sumber arus listrik searah (DC) diganti dengan sumber arus listrik bolak-balik (AC) bertegangan rendah maka paku besar tetap bersifat sebagaimagnet.
Namun apabila sebuah magnet dialiri arus listrik bolak-balik (AC) dengan tegangan normal, maka
sifat kemagnetannya dapat hilang.
Jika arus listrik diputus maka pakupaku kecil yang menempel pada paku besar dalam hitungan detik
akan berjatuhan atau lepas. Berarti paku besar sudah hilang kemagnetannya. Jadi, sifat kemagnetan paku besar hanya terjadi selama ada aliran listrik. Dikatakan bahwa paku besi menjadi magnet sementara.

c. Dengan induksi (influensi atau imbas)
Sebuah paku besar didekatkan dengan sebuah magnet yang ditaruh pada statif maka paku akan menempel pada magnet. Paku besar yang telah menempel pada magnet jika didekati paku-paku kecil, ternyata paku-paku kecil menempel pada paku besar.

Hal ini disebabkan oleh paku besar yang berada di dalam medan magnet terkena induksi sehingga bersifat sebagai magnet. Secara konsep sama dengan pembuatan magnet cara digosok atau dililiti kumparan yang dialiri listrik.
Akibat dari pengaruh medan magnet sehingga paku yang menempel pada magnet permanen memungkinkan posisi domaindomainnya menjadi teratur dan bersifat sebagai benda magnet.

E.     Manfaat Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

1.         Ujung gunting untuk memudahkan mengambil jarum jahit.
2.         Bel listrik untuk menggerakkan pemukul lonceng.
3.         Papan catur agar buah catur tidak mudah terguling.
4.         Kompas sebagai penunjuk arah utara-selatan.
5.         Dinamo sepeda dan generator untuk membangkitkan tenaga listrik.
6.         Alat untuk mengangkut benda-benda dari besi.
7.         Pintu kulkas memiliki magnet permanen agar selalu tertutup.
8.         Kartu ATM dan kartu kredit memiliki jalur magnet yang berisi informasi.


           Kemagnetan Bumi
1.      Bumi sebagai magnet
Pada umumnya sebuah magnet terbuat dari bahan besi dan nikel. Keduanya memiliki sifat kemagnetan karena tersusun oleh magnet-magnet elementer. Batuan-batuan pembentuk bumi juga mengandung magnet elementer. Bumi dipandang sebagai sebuah magnet batang yang besar yang membujur dari utara ke selatan bumi. Magnet bumi memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan selatan. Kutub utara magnet bumi terletak di sekitar kutub selatan bumi. Adapun kutub selatan magnet bumi terletak di sekitar kutub utara bumi. Magnet bumi memiliki medan magnet yang dapat memengaruhi jarum kompas dan magnet batang yang tergantung bebas. Bumi Sebagai Magnet Medan magnet bumi digambarkan dengan garis-garis lengkung yang berasal dari kutub selatan bumi menuju kutub utara bumi. Magnet bumi tidak tepat menunjuk arah utara-selatan geografis. Penyimpangan magnet bumi ini akan menghasilkan garis-garis gaya magnet bumi yang menyimpang terhadap arah utara-selatan geografis.

Gaya Lorentz
Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet. Jika ada sebuah penghantar yang dialiri arus listrik dan penghantar tersebut berada dalam medan magnetik maka akan timbul gaya yang disebut dengan nama gaya magnetik atau dikenal juga nama gaya lorentz. Arah dari gaya lorentz selalu tegak lurus dengan arah kuat arus listrik (l) dan induksi magnetik yang ada (B). Arah gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet, B, seperti yang terlihat dalam rumus berikut: F = q ( v × B )
Cara Menghilangkan Sifat Kemagnetan
Sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut; 1. Dijatuhkan/dipukul-pukul
Dengan dijatuhkan akan menyebabkan magnet tersebut kehilangan kemagnetannya sedikit demi sedikit.
2. Pemanasan pada magnet
Pemanasan pada magnet dapat menyebabkan perubahan susunan magnet elementernya. Akibat pemamasan magnet elementer menjadi tidak teratur dan tidak searah, sehingga sifat kemagnetannya akan berkurang bahkan hilang.
3.      Dialiri arus listrik bolak-balik (AC)
Perubahan arus listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer. Apabila letak dan arah magnet elementer berubah, sifat kemagnetannya hilang.














BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Magnet bukan hanya sekedar benda yang memiliki medan magnet. Namun, magnet juga memiliki ciri khas tertentu, seperti :
a.     Dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi dan baja.
b.    Magnet dapat menembus benda-benda tertentu.
c.     Gaya tarik terbesar terdapat pada kutubnya.
d.    Kutub magnet yang senama akan tolak menolak, sedangkan kutub magnet yang tidak senama akan tarik menarik.
Magnet dapat dibuat dengan cara dan benda-benda yang sederhana. Magnet memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari.

B.            Saran
Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa menambah wawasan pengetahuan kita, kita tahu apa itu magnet, sehingga materi tersebut bisa bermanfaat.











     
     
DAFTAR PUSTAKA




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merancang dan Menerapkan Keterampilan Dasar IPS